Beton digunakan sebagai pembentuk struktur untuk pondasi, kolom, balok, pelat atau pelat cangkang, dalam penggunaan pada bangunan air, beton digunakan untuk bangunan air seperti bendungan, saluran dan drainase perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pemadatan beton K-300 dengan menggunakan alat pemadatan terhadap kuat tekan dan segregasi beton. Terdapat tiga metode dalam pemadatan beton yaitu dengan cara menggunakan tongkat pemadat/besi manual dengan panjang 60 cm dan diameter 15 mm. Metode dengan menggunakan penggetar internal yaitu menggunakan mesin penggetar yang berupa tongkat dengan tekanan 6000 rpm. Metode dengan penggetar external yaitu menggunakan mesin penggetar yang berupa meja dengan getaran minimum 6000 rpm. Masing-masing metode pemadatan memiliki pengaruh terhadap kuat tekan beton, metode pemadatan dengan menggunakan mesin penggetar memiliki nilai kuat tekan beton terbaik. Pemadatan jelas memiliki pengaruh terhadap segregasi beton, metode pemadatan yang memiliki pengaruh terhadap segregasi terbanyak adalah metode pemadatan dengan menggunakan mesin penggetar sedangkan dari segi pencapaian kuat tekan dan waktu proses secara keseluruhan yaitu dengan menggunakan mesin penggetar.
Copyrights © 2021