Gangguan penglihatan dan kebutaan di dunia terus mengalami peningkatan. Prevalensi gangguanpenglihatan dan kebutaan di Indonesia sebesar 1,5%. Penyebab gangguan penglihatan dan kebutaanantara lain katarak dan pterigium. Penelitian ini berujuan untuk membantingkan lama perawatan pascaoperasi pada pasien katarak dan pasien pterigium. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptifanalitik dengan sampel 40 pasien yang terdiri dari 2 kelompok. Kelompok pertama adalah 20 orangpasien yang telah menjalani operasi katarak dan kelompok berikutnya adalah 20 orang pasien yangtelah menjalani operasi pterigium. Hari perawatan fase penyembuhan pasca operasi kedua kelompokkemudian dibandingkan dengan uji statistkin menggunakan SPSS. Hasil dengan analisis data denganuji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan distribusi data yang tidak normal sehingga uji yangdilakukan menggunakan uji non parametrik. Uji non parametrik dilakukan dengan Wilcoxon rank-sumtest memberikan hasil hari rawat pada pasien pasca operasi katarak lebih lama dibandingkan denganhari rawat pasien pasca operasi pteritium (p<0,05). Pasien pasca operasi katarak akan mengalamibanyak proses penyembuhan yang dapat berlangsung dalam berminggu-minggu dibandingan denganpasien pasca operasi pterigium sehingga proses tersebut menyebabkan masa perawatan penyembuhanpasca operasi pada katarak menjadi lebih lama.
Copyrights © 2019