Keterbelakagan umat Islam pada saat di sebabkan karena bekunya keilmuan islam. Hal ini terjadi karena sebagian umat menganggap ijtihad sudah di tutup. Pada abad kontemporer ini sebagian akademisi muslim mencoba menghidupkan kembali kembali keilmuan Islam, baik dari aspek metodologi dan produk teori. Salah satu pemikir Islam yang mencoba mengeluarkan metodologi baru adalah Abdullah Saeed, seorang professor Studi Arab dan Islam yang aktif di Universitas Melbourne, Australia. Penelitian ini mencoba mengeksplorasi pemikiran Abdullah Saeed dalam bidang metode tafsir tematik kontekstual. Hasil penelitian sebagai berikut: Pertama, metode tafsir tematik kontekstual adalah metode penafsiran yang harus mempertimbangkan tiga perinsip, yaitu 1). Memperhatikan dan mempertimbangkan makna yang bergam, lalu mengambil makna yang relevan; 2). Memperhatikan dan mempertimbangkan konteks sosio-historis turunnya al-Quran untuk menentukan makan yang akan di ambil oleh mufassir; 3). Memperhatikan dan mempertimbangkan nilai hirarki al-Quran untuk mengetahui ayat yang dapat di tafsir ulang (dhanni) dan tidak dapat di tafsiri ulang (qath’i). Kedua, cara kerja metode tafsir tematik kontekstual sebagai berikut: 1). Menentukan tema; 2). Menentukan nilai hirarki teks Ayat; 3). Mengeksplorasi Konteks Makro dan Mikro Abad Ke Tujuh; 4). Menganalisis Lingkuistik; 5). Mengumpulkan Teks-Teks Paralel Al-Quran; 6). Kontekstualisasi saat ini.
Copyrights © 2021