Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui sebab – sebab keberhasilan maupun kegagalan dari keputusan Bupati dalam mencapai tujuannya baik tujuan skala mikro serta melihat peran Pemerintah dan masyarakat dalam mendukung keputusan Bupati Kabupaten Kapuas Hulu tentang penetapan kawasan konservasi serta untuk mengetahui faktor-faktor penghambat dan pendukung dalam Evaluasi keputusan tersebut. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis kualitatif. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa secara aplikatif keputusan Bupati Kapuas Hulu No 144 Tahun 2003 tentang penetapan Kabupaten Kapuas Hulu sebagai kawasan konservasi telah dilaksanakan oleh Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, namun belum optimalnya dalam mencapai tujuan keputusan yang diharapkan. Hal yang menyebabkan belum optimalnya tujuan keputusan karena tidak adanya tapal batas antara wilayah konservasi dan Desa Tanjung Lasa, kurang efektifnya usaha yang dilakukan untuk masyarakat sekitar kawasan konservasi, kurangnya lapangan pekerjaan dan masyarakat masih bergantung pada hasil alam serta kurangnya kreatif dan inovatif masyarakat . kesimpulan dari penelitian ini, belum optimalnya pelaksanaan tujuan skala mikro keputusan bupati Kapuas hulu tentang penetapan kabupaten Kapuas hulu sebagai kabupaten konservasi. Kata-kata Kunci: Evaluasi Kebijakan, Kawasan Konservasi, Taman Nasional Betung Kerihun
Copyrights © 2018