Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Kebijakan Desa Mandiri Energi (DME) Berbasis Biogas di Desa Sungai Serabek oleh pihak Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sambas dan mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi Implementasi Kebijakan DME Biogas di Desa Sungai Serabek belum optimal. Kurang berfungsinya tabung pengelolaan biogas dan kurangnya pengawasan dan pembinaan teknis terhadap pengelolaan biogas menjadi alasan menarik untuk diteliti mengingat tujuan DME Biogas sangatlah penting yakni mengurangi ketergantungan masyarakat desa terhadap penggunaan bahan bakar minyak dan gas serta membentuk masyarakat desa yang kreatif dalam penciptaan energi terbaharukan melalui kotoran ternak sapi. Melalui penelitian ini dimaksudkan agar pengelolaan biogas di Desa Sungai Serabek tetap berjalan optimal. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan analisis kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Peneliti melakukan wawancara kepada informan yang bertanggung jawab terhadap implementasi kebijakan ini yakni Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sambas, Instansi Camat Teluk Keramat, Pemerintah Desa Sungai Serabek dan Ketua Pengelola DME Biogas (peternak). Observasi dilakukan dengan pengamatan dan pencatatan fenomena yang tampak pada objek penelitian. Dalam hal ini teori yang digunakan peneliti adalah teori Van Metter dan Van Horn yang mengungkapkan 6 faktor yang mempengaruhi implementasi suatu kebijakan yakni ukuran dan tujuan kebijakan, sumberdaya, karakteristik agen pelaksana, sikap/kecendrungan (disposition) para pelaksana, komunikasi dan koordinasi antar organisasi, kondisi sosial,ekonomi dan politik. Kata-kata Kunci: : Implementasi, Desa Sungai Serabek, Desa Mandiri Energi Biogas
Copyrights © 2017