Penelitian ini bertujuan ingin mendapatkan pemahaman mendalam Tentang Perekrutan CPNS Golongan II di Kabupaten Sintang, yang meliputi beberapa hal yaitu Tentang persyaratan, prosedur dan proses dalam penerimaan CPNS Golongan II, Tentang Peranan Badan Kepegawaian Daerah dalam proses pelaksanaan rekruitmen CPNS, Tentang bagaimana sistem penerimaan CPNS  serta Tentang bagaimana pengalaman anggota masyarakat yang pernah ikut dalam penerimaan CPNS Golongan II di Kabupaten Sintang tahun 2010. Adapun masalah awal yang terjadi yaitu mengenai masalah fenomena proses penerimaan CPNS Tahun 2010 di Kabupaten Sintang yang mana masih terdapat isu-isu KKN dalam proses pelaksanaan penerimaan CPNS tersebut. Untuk menganalisis lebih mendalam dan terarah peneliti menggunakan teori konstruksi sosial yang kemukakan oleh Peter L Berger, teori konstruksi sosial adalah suatu proses pemaknaan yang dilakukan setiap individu terhadap lingkungan dan aspek diluar dirinya yang terdiri dari ekternalisasi, internalisasi dan obyektivitas. Dari penjelasan tersebut peneliti dapat memaparkan pemaknaan oleh masyarakat terhadap fenomena pelaksanaan perekrutan pegawai negeri sipil yang tidak transparan dan terdapat istilah titipan dalam perekrutan PNS di Kabupaten Sintang. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan ada beberapa hal yang mempengaruhi proses penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil yang antara lain masih terdapat pelamar yang kurang memperharikan persyaratan sehingga gugur secara administratif, koordinasi dan komunikasi yang tidak efektif, selain itu juga adanya keluhan dari para peserta ujian CPNS yang merasa kurang diakomodir serta kurangnya transparansi dari pihak panitia dalam memverifikasi berkas peserta ujian CPNS. Pemda Kabupaten Sintang diharapkan lebih transparan dalam proses perekrutan CPNS kedepannya. Kata-kata Kunci : Fenomena, Penerimaan Pegawai, Proses Penerimaan
Copyrights © 2017