Permintaan jamur tiram cukup tinggi, yang dapat dilihat dari indikator konsumsi masyarakat Indonesiauntuk produk ini, yaitu 0,197 kg per kapita per tahun (Sarina, 2012). Meningkatkan skala produksidengan menyediakan baglog sendiri dan membudidayakan jamur tiram sesuai dengan SAP GOP adalahtujuan dari layanan masyarakat ini. Tujuan lain adalah pengolahan jamur tiram menjadi produkmakanan untuk meningkatkan nilai jual produk. Metode pelaksanaan kegiatan dimulai denganobservasi, sosialisasi, implementasi, analisis dan evaluasi, dan pendampingan. Pengamatan dilakukanuntuk meninjau lokasi kumbung budidaya jamur tiram, wawancara pengurus dan anggota KWT di desaJatirejo. Berikutnya adalah sosialisasi yang berfungsi menggali lebih dalam tentang masalah yang dialamiKWT dan solusi yang dibutuhkan, sehingga hasil sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anggota KWT.Lokasi program ini berada di Kelompok Tani Wanita Langgeng Makmur di Desa Jatirejo,Kuluatprogo.Rangkaian kegiatan program layanan masyarakat yang dilakukan meliputi beberapa tahap: praktikpembuatan baglog, pengiriman bahan untuk produksi baglog, pembuatan baglog untuk media tanamuntuk budidaya jamur tiram, praktik produk makanan olahan kaki naga dan nugget jamur, evaluasidan bantuan. Dari kegiatan ini dihasilkan produk baglog dan produk makanan olahan jamur tiramsebagai nilai tambah dalam aspek ekonomi untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Copyrights © 2019