Gereja hadir di dunia ini bukan tanpa suatu maksud, suatu misi. Situasi dan konteks kehidupan dunia terus berkembang dan oleh karena itu gereja dalam menjalankan misinya di dunia ini perlu hadir secara kontekstual, artinya gereja perlu memiliki kemampuan untuk merespon tantangan-tantangan yang di hadapi umatnya dan juga masyarakat dimana gereja itu hadir. Ancaman wabah pandemik Covid-19, realitas migrasi dan komunitas diaspora merupakan tantangan-tantangan abad ke-21 yang mesti digumuli oleh gereja. Artikel ini berupaya untuk memberikan gambaran tentang apa saja tantangan-tantangan yang perlu direspon oleh gereja pada masa kini, khususnya yang berkaitan dengan dampak yang ditimbulkan oleh penyebaran wabah pandemik Covid-19 yang melanda masyarakat global; juga dampak dari perkembangan migrasi serta munculnya komunitas diaspora yang telah menjadi bagian dari fenomena global. Narasi Rut, seorang perempuan Moab bersama dengan mertuanya Naomi dalam kitab Perjanjian Lama merefleksikan suatu pengalaman unik tentang bagaimana mereka menghadapi situasi krisis atau bencana dalam kehidupan mereka. Pengalaman perjalanan Rut, Orpah dan Naomi meninggalkan Moab menuju Betlehem di tanah Yehuda menggambarkan bahwa migrasi bukanlah semata-mata fenomena zaman modern. Munculnya konsep bêt ʼēm (Ibrani, artinya “rumah ibu”) dalam ingatan Naomi, bagi pembaca kitab Rut hari ini, serta merta dapat mengantar kita untuk mendialogkan peran “rumah ibu” di zaman Naomi dengan pentingnya kebijakan stay at home atau work from home di zaman pandemic Covid-19. Pembacaan dialogis dari kedua konteks yang berbeda ini telah diupayakan dalam tulisan ini dengan maksud untuk menggali sumber inspirasi bagi upaya memahami misi gereja hari ini.
Copyrights © 2020