Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui arti dari penglihatan dua keranjang buah ara – buah ara yang baik dan buah ara yang jelek yang terkandung dalam narasi di Kitab Yeremia dan kemudian menganalisis berdasarkan prinsip hermeneutik. Hal yang hendak dicapai adalah siapa yang dimaksud dengan gambaran buah ara yang baik dan jelek? Apa yang menjadi konsekuensi dari kedua gambaran tersebut? Penelitian ini, untuk menemukan makna dalam teks tersebut menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Dalam hal ini, peneliti memfokuskan penelitian pada pengkajian literature. Orang-orang Yehuda yang dibawa dari Yerusalem ke pembuangan di Babel, adalah orang-orang yang siap dideportasi ke sana. Allah memurnikan mereka melalui penderitaan dalam pembuangan, sehingga mereka akan berbalik kepada-Nya. Raja Zedekia, beserta para pemukanya, penduduk Yerusalem yang masih tinggal di Yerusalem dan di Mesir setelah penawanan yang pertama, merupakan orang-orang melanjutkan pemberontakkan yang lama – tetap tinggal dalam dosa. Karena itu, mereka mengalami kengerian luar biasa saat kejatuhan Yerusalem. Allah akan mendisiplin dengan penghukuman setiap orang berdosa. Tujuannya adalah memproses sehingga melalui pengalaman tersebut akhirnya berbalik kepada Allah. Dampak dari itu, Allah memberkatinya. Bagi orang berdosa tetapi tidak mau diproses – tetap pada perilaku dosanya, akan mendapatkan konsekuensi lebih berat. Kebenarannya “ketaatan” mendatangkan “berkat,” “ketidaktaatan” mendatangkan “kutuk.”
Copyrights © 2020