ABSTRAK: Artikel ini membahas mengenai hubungan Nabi dengan Allah. Di dalam Perjanjian Lama keberadaan Nabi sangat signifikan peranannya bagi bangsa Israel. Seseorang yang dipanggil menjadi Nabi oleh Tuhan terlahir dari situasi sosial, politik, budaya dan keagamaan yang sedang mengalami kemerosotan. Seorang Nabi tentunya memiliki hubungan dekat dengan Tuhan oleh karena itu ada tanggungjawab yang mesti ditunaikan oleh seorang Nabi sebagai perantara dalam menyampaikan pesan Ilahi kepada bangsa Israel. Tujuan dari artikel ini agar setiap pembaca memiliki pemahaman teologis yang holistik mengenai bagaimana hubungan Nabi dengan Allah. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini ialah metode kualitatif. Kesimpulan dari artikel ini ialah Nabi adalah mitra Allah, ia ditugaskan dengan tujuan agar bangsa Israel mau selalu mengingatkan sejarah yang dialami nenek moyang mereka, tidak mengikuti ilah-ilah palsu dan juga mentaati hukum Taurat sebagai pemberiaan Allah.
Copyrights © 2021