Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi program e-KTP di Kecamatan Belimbing. Judul skripsi ini diangkat berdasarkan identifikasi fenomena permasalahan yang terjadi berkaitan dengan implementasi program e-KTP di Kecamatan Belimbing yang belum optimal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program e-KTP belum optimal, yaitu dari 23.857 jumlah penduduk di Kecamatan Belimbing, hanya 10.507 (78%) yang telah melakukan proses perekaman e-KTP dan sebanyak 2.834 (21.24%) penduduk yang belum melakukan proses perekaman e-KTP. Hal tersebut dikarenakan masih kurangnya komunikasi yang dilakukan pemerintah kecamatan dengan masyarakat mengenai program e-KTP, sehingga beberapa masyarakat enggan untuk melakukan proses perekaman meskipun telah dilakukannya program jemput bola, yang dikarenakan kurang pahamnya masyarakat terhadap program e-KTP. Untuk itu, rekomendasi yang diberikan antara lain diberikannya pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya e-KTP, dengan cara memberikan kewenangan terhadap masing-masing kepala desa untuk melakukan sosialisasi secara terus menerus kepada warganya sehingga tumbuhnya kesadaran untuk segera melakukan proses perekaman e-KTP. Diupayakan agar pemerintah kecamatan agar memiliki teknisi khusus untuk menangani alat perekam e-KTP, sehingga jika terjadi kerusakan bisa segera diperbaiki dan penambahan sumber daya berupa perengkapan dan peralatan yang digunakan dalam proses perekaman e-KTP. Kata-kata Kunci : Implementasi, komunikasi, sumber daya, disposisi, struktur
Copyrights © 2014