Telah dilakukan penelitian efek antiinflamasi kombinasi ekstrak daun pecut kuda (Stachytarpheta jamaicencis L.) dan madu hutan pada tikus putih jantan galur wistar. Parameter yang diamati adalah pengurangan udema pada telapak kaki kiri tikus putih jantan yang diinduksi albumin telur 5% selama 360 menit setelah pemberian sediaan uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis ekstrak daun pecut kuda 150 mg/kgBB, dosis madu hutan 0,54 ml/kgBB, dosis kombinasi utuh dari dosis tunggal yaitu ekstrak daun pecut kuda 150 mg/kgBB dan madu hutan 0,54 ml/kgBB, dosis kombinasi setengah dari dosis tunggal yaitu ekstrak daun pecut kuda 75 mg/kgBB dan madu hutan 0,27 ml/kgBB memiliki persen daya antiinflamasi 36,51%, 17,40%, 48,39%, 38,65% dapat menurunkan efek udema dalam selang waktu 360 menit. Natrium diklofenak digunakan sebagai pembanding dengan dosis 0,9 mg/200g bb memiliki persen daya antiinflamasi yaitu sebesar 58,24%. Secara statistik tidak terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) antara dosis kombinasi utuh dari dosis tunggal yaitu ekstrak daun pecut kuda 150 mg/kgBB dan madu hutan 0,54 ml/kgBB dengan natrium diklofenak.
Copyrights © 2017