Seiring perkembangan teknologi informasi, pemustaka membutuhkan akses informasi secara cepat dan tepat. Proses digitalisasi suatu koleksi maupun pengadaan koleksi digital yang membutuhkan pendanaan cukup besar bisa disiasati dengan memberikan informasi digital berupa literatur sekunder, sehingga informasi bisa secara cepat diterima melalui koleksi digital literatur sekunder. Jenis-jenis koleksi literatur sekunder yang bisa dibuat dalam bentuk digital antara lain bibliografi, katalog, indeks, abstrak, resensi dan anotasi. Beberapa keuntungan adanya koleksi digital literatur sekunder, yaitu: 1) Memudahkan pemustaka dalam mencari koleksi yang dibutuhkan; 2) Sebagai sarana promosi koleksi perpustakaan; 3) Membantu pustakawan dalam memperoleh angka kredit. Pengembangan koleksi digital literatur sekunder harus didukung oleh beberapa faktor yaitu: 1) Kebijakan instansi; 2) Kompetensi pustakawan; dan 3) Otomasi perpustakaan
Copyrights © 2016