Salah satu problem mendasar bagi penguatan daya saing UMKM terletak pada masih relatif tingginya biaya aksesibilitas. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan efisiensi sistem pembelian (aksesibilitas) bahan baku pada pelaku UMKM. Tujuan tersebut sangat penting untuk mengevaluasi apakah sistem pengendalian internal pada aksesibilitas bahan baku UMKM telah berjalan dengan optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Penelitian dengan pendekatan kualitatif menitikberatkan pada pemahaman, pemikiran, atau konsep berpikir dari peneliti untuk mengetahui makna dari suatu peristiwa atau kejadian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal dari sistem aksesibilitas pembelian bahan baku pada UMKM masih belum komprehensif. Hal ini dikarenakan adanya disfungsi pengelolaan sistem keuangan perusahaan, oleh sebab itu, diperlukan beberapa perbaikan. Pertama, melalui penguatan tata kelola keuangan dengan memperhatikan struktur biaya perusahaan. Kedua, pentingnya mengoptimalkan fungsi distribusi kewenangan pada masing-masing bagian perusahaan. Perbaikan ini diharapkan dapat mengoptimalkan sistem aksesibilitas bahan baku UMKM yang selama ini mempunyai peranan penting, namun seringkali dilupakan dalam setiap program pemberdayaan UMKM. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya memperhatikan sistem pengendalian internal sebagai bagian integral bagi program pemberdayaan yang berorientasi pada penguatan daya saing UMKM.
Copyrights © 2021