Industri halal di tingkat global terus mengalami pertumbuhan yang signifikan, tidak hanya dinegara-negara mayoritas muslim, namun juga nonmuslim. Industri halal menawarkan konsepkebaikan untuk dikonsumsi, sehingga menjadi jaminan bahwa produk atau jasa yang dihasilkanmempunyai kualitas terbaik. Indonesia sebenarnya mempunyai potensi yang tinggi dalammenangkap peluang pasar industri halal global, namun masih diperlukan penguatan kebijakan.Tantangan paling besar terletak pada: (i) keberagaman sosial yang mempengaruhi pola konsumsiindustri halal; (ii) relatif masih rendahnya kapasitas pelaku industri khususnya UMKM dalammemahami rantai pasokan halal; (iii) belum adanya integritas hulu hilir dalam industri halal; (iv)belum kuatnya integritas produk industri halal akibat regulasi yang masih parsial; dan (v) masihrendahnya tingkat literasi produk industri halal. Agenda kebijakan yang dianggap penting untukmeminimalisir tantangan tersebut adalah melalui efektivitas kelembagaan dalam menjaminintegritas rantai pasok industri halal. Efektivitas kelembagaan mengacu pada integrasi ekosistemindustri halal yang mencakup regulasi, kebijakan, proses, prosedur, peraturan dan hukum yangmengarahkan pemangku kepentingan, khususnya pelaku industri halal menuju kepatuhan syariah.Proses tersebut sangat penting bagi peningkatan daya saing wilayah karena melibatkan seluruhproses produksi dan layanan, yang terhubung dalam rantai pasokan. Usulan tersebut sangatpenting dalam mengembangkan literatur industri halal sebagai bagian integral dari konseppengembangan ekonomi syariah relevansinya dengan penguatan regional.
Copyrights © 2020