Dalam beberapa tahun kedepan, proyeksi kebutuhan batubara masih terus mengalami peningkatan. Imbas dari hal tersebut, bukaan lubang tambang akan bertambah luas dan dalam. Kondisi tersebut mengharuskan adanya perhatian yang lebih terhadap keamanan bekerja di lokasi penambangan. Salah satu hal yang berperan dalam peningkatan keamanan bekerja adalah kondisi lereng tambang yang relatif stabil. Kondisi tersebut harus bisa dinilai secara kuantitatif. Untuk penilaian tersebut, salah satu inputnya adalah sifat mekanik batuan. Agar dapat menghasilkan kesimpulan analisis secara tepat, maka sifat mekanik batuan sebaiknya diambil dari lokasi yang berdekatan dengan lokasi yang dianalisis melalui pemetaan geoteknik. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari bias data akibat interpolasi kekuatan batuan yang didapat dari lubang bor yang telah ada sebelumnya. Uji yang sering dilakukan untuk mendapatkan sifat tersebut adalah Uji Kuat Tekan Uniaksial (UCS) dan Uji Point Load (PLI). Secara umum, UCS relatif lebih lama dan kompleks dalam pengujiannya dibandingkan PLI. Akan tetapi, kedua uji tersebut bisa saling berkorelasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persamaan untuk mengkorelasikan nilai UCS dan PLI di area penelitian. Dari kumpulan data yang telah ada sebelumnya, secara statistik melalui piranti lunak SPSS, didapatkan hasil regresi linear adalah UCS = 9.77*PLI untuk batu lempung dan UCS = 12.93*PLI untuk batu pasir. Dengan adanya persamaan ini diharapkan hasil analisis geoteknik dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat.
Copyrights © 2021