Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI

PERANCANGAN DAN EKSPERIMENTASI ALAT MEJA ANGIN (AIR TABLE) UNTUK PEMISAHAN MINERAL BIJIH TIMAH SECARA GRAVITY CONCENTRATION

Taufik Arief (Jurusan Teknik Pertambangan dan Geologi, Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya Jl. Raya Palembang-Prabumulih Km. 32, Inderalaya South Sumatra, Indonesia)
Hasjim Machmud (Jurusan Teknik Pertambangan dan Geologi, Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya Jl. Raya Palembang-Prabumulih Km. 32, Inderalaya South Sumatra, Indonesia)
Elda Permata Sari (Jurusan Teknik Pertambangan dan Geologi, Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya Jl. Raya Palembang-Prabumulih Km. 32, Inderalaya South Sumatra, Indonesia)



Article Info

Publish Date
18 Mar 2022

Abstract

Meja angin (air table) adalah alat yang memanfaatkan metode gravity concentration untuk memisahkan mineral berharga dengan mineral pengotor berdasarkan perbedaan berat jenis (BJ) termasuk perbedaan  bentuk (shape) dan ukuran  (size) dengan menggunakan media angin. Alat ini berbentuk meja digerakkan secara mekanis dengan menggunakan media udara/angin. Proses air table dilakukan secara kering (dry process) dan produk yang dihasilkan berupa konsentrat, middling dan tailing. Dalam upaya  memenuhi kebutuhan praktikum mahasiswa dan penelitian untuk tugas akhir di Jurusan Teknik Pertambangan, khususnya di Laboratorium Pengolahan Bahan Galian, Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, telah dilakukan kegiatan perancangan alat meja angin.Tujuan  penelitian ini adalah perancangan  alat air  table  dimulai dari desain dan pembuatan meja hingga perhitungan dan pembuatan komponen utama lainnya yaitu motor penggerak dengan sistem pulley dan mesin angin (blower machine). Untuk mengetahui keberhasilan perencanaan dan evaluasi kinerja alat air table, maka dilakukan eksperimentasi  dengan memanfaatkan beberapa kombinasi variabel. Proses eksperimentasi alat dilakukan pengujian dengan menggunakan sampel bijih timah Sisa Hasil Pencucian (SHP) di PPBT Toboali, PT Timah Tbk. Pada percobaan awal dilakukan beberapa kombinasi variabel antara lain; kemiringan meja berat feed (gram), dan waktu proses (menit). Dari hasil eksperimentasi menunjukkan bahwa kinerja alat menunjukkan kinerja yang baik tetapi belum optimal dimana perolehan konsentrat terendah dicapai 50,20 % dan perolehan tertinggi sebesar 71,18% pada kemiringan  4,2°, berat feed 500 gram dan waktu proses  25 menit. Dari evaluasi kinerja menunjukkan bahwa alat air table sudah berfungsi relatif baik, tetapi diperlukan perbaikan dan pengaturan variabel yang lebih variatif dan sampel dan jumlah bijih timah yang representatif, sehingga dapat menghasilkan perolehan dan kadar yang lebih maksimal.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

prosiding

Publisher

Subject

Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering

Description

PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak). ...