Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI

BACK ANALYSIS OF VECTOR LOSS EFFECT TO DETERMINE THRESHOLD USING SLOPE STABILITY RADAR DATA CASE STUDY OF FAILURE IN OPEN PIT COAL MINE

Alden Sinai Yudono (Geotechnical Support Service PT GroundProbe Indonesia)
Dwi Prio Utomo (Geotechnical Support Service PT GroundProbe Indonesia)
Luckman Hakim (Geotechnical Support Service PT GroundProbe Indonesia)
Ignatius Putra (Geotechnical Support Service PT GroundProbe Indonesia)
Deaz Dewantara (Site Geotechnical Team PT Pamapersada Nusantara)
Tri Haryanta (Site Geotechnical Team PT Pamapersada Nusantara)



Article Info

Publish Date
18 Mar 2022

Abstract

Pemantauan kestabilan lereng suatu tambang terbuka adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengelola risiko dari potensi longsor. Slope Stability Radar (SSR) adalah teknologi/alat yang dapat digunakan untuk memantau kestabilan lereng dengan menyajikan data secara real time. SSR menggunakan prinsip line-of-sight dalam menghitung besaran pergerakan lereng yang dapat menghasilkan vector loss pada nilai pengukurannya. Vector loss adalah persentase besaran deformasi tereduksi akibat arah pergerakan lereng memiliki selisih sudut terhadap arah pengukuran radar. Dalam pengelolaan longsor terdapat nilai ambang batas yang diterapkan untuk mengkategorikan perilaku deformasi batuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh vector loss terhadap nilai ambang batas yang diterapkan pada tambang terbuka batubara dengan menggunakan 20 data longsor pada periode 3 April 2021 – 9 Mei 2021 yang dideteksi oleh SSR pada Pit A di area High-Wall Timur dan L Barat, serta Pit B di area High-Wall Barat.Nilai ambang batas yang diterapkan saat ini mencakup kategori “Aman” pada nilai kecepatan deformasi 0 - 50 mm/hari, “Waspada” pada nilai kecepatan deformasi 50 mm/hari – 120 mm/hari, dan “Evakuasi” pada nilai kecepatan deformasi lebih dari 120 mm/hari. Hasil perhitungan data SSR menunjukkan bahwa tingkat kecepatan deformasi saat terjadinya longsor berada pada rentang data 28.77 – 202.53 mm/hari dan tingkat kecepatan deformasi terkoreksi vector loss saat terjadinya longsor berada pada rentang data 49.43 – 367.44 mm/hari.Berdasarkan hasil perhitungan, maka nilai ambang batas pada kategori “Evakuasi” yang sebelumnya berada pada nilai deformasi lebih dari 120 mm/hari dapat dioptimalkan menjadi lebih dari 50 mm/hari untuk area High-Wall Timur dan Low-Wall Barat pada Pit A, serta area High-Wall Barat untuk Pit B. Nilai ambang batas untuk SSR dapat menggunakan nilai lebih dari 30 mm/hari untuk area High-Wall Barat pada Pit B, lebih dari 40 mm/hari untuk area Low-Wall Barat pada Pit A, dan lebih dari 50 mm/hari untuk area High-Wall Timur pada Pit A.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

prosiding

Publisher

Subject

Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering

Description

PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak). ...