Objective: Semakin meningkatnya harapan hidup penduduk, maka insiden penyakit degeneratif akan meningkat. Penyakit degeneratif yang mempunyai tingkat morbiditas dan mortalitas tinggi adalah hipertensi. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi yaitu faktor lingkungan, faktor sosial budaya, fasilitas kesehatan, keturunan dan sebagainya. Beberapa perubahan terhadap kehidupan manusia baik dalam hal pola hidup, tatanan sosial dan kesehatan sering berkaitan dengan budaya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan cultural value dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas PakongMethods: Desain yang digunakan yaitu analitik korelasional pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 82 lansia, yang diambil dengan tehnik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square SPSS 21.Result: Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara cultural value dengan kejadian hipertensi pada lansia dengan nilai p-value 0,000 ≤ α 0,05 yang menunjukan nilai cultural value berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Conclusion: Pemahaman perawata terhadap cultural value masyarakat perlu ditingkatkan untuk mempermudah dalam memberikan Tindakan pencegahan dan perawatan pada pasien hpertensi.
Copyrights © 2021