Jurnal Ilmu Kesehatan Duta Gama Klaten
Vol 13 No 2 (2021): JURNAL ILMU KESEHATAN STIKES DUTA GAMA KLATEN

JURNAL KESEHATAN JURNAL ILMU KESEHATAN

Anita Devi Ariesnawati M, Sc (Unknown)
IG Madya Surya Permana Putra M, Sc (Unknown)
Apt. Tyas Kusuma M, Sc (Unknown)



Article Info

Publish Date
05 Dec 2021

Abstract

Jumlah penduduk Indonesia meningkat sebesar 32,5 juta dalam jangka waktu 10 tahun terakhir (2000-2010). Pada tahun 2.000 sebesar 205,1 juta penduduk dan pada tahun 2010 menjadi sebesar 237,6 juta penduduk. Angka proyeksi tahun 2010 dengan dasar survey penduduk antar sensus (Supas) 2005 adalah 234,2 juta sedangkan hasil Sensus Penduduk 2010 sebesar 237,6 juta. Maka dapat disimpulkan jumlah penduduk hasil sensus penduduk 2010 tersebut lebih besar 3,4 juta jiwa dibandingkan angka proyeksi tahun 2010.1Angka kematian ibu di semua negara berkembang masih sangat tinggi demikian juga di Indonesia berkisar antara 248 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007.2 Oleh karena itu, untuk menekan fertilitas serta menjamin keselamatan dan kesehatan wanita selama hamil, bersalin, nifas, dan wanita usia produktif atau subur pemerintah mencanangkan Program Keluarga Berencana sejak tahun 1970.3 Bentuk penerapan program KB berupa alat kontrasepsi bagi seluruh penduduk Indonesia. Berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2007, prevalensi penggunaan kontrasepsi modern di kalangan wanita usia subur yang sudah menikah mencapai 65,9 %.4 Di Indonesia pemakai AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) 6,4%, sedangkan pil 29,9 % dan suntik 46,2 %.5 Diketahui dari 56.217 peserta KB baru di kota Palembang hingga Desember 2010, jumlah akseptor AKDR yaitu 1974 akseptor, jumlah akseptor pil 23.662 akseptor dan jumlah akseptor suntik 28.497 akseptor.6 Sedangkan akseptor di kelurahan 30 Ilir ada 2539 akseptor dan yang menggunakan AKDR ada 54 akseptor, pil 670 akseptor dan suntik 1153 akseptor.7 Dilihat dari jumlah akseptor masing-masing alat kontrasepsi, diketahui jumlah pengguna AKDR lebih sedikit dibandingkan dengan alat kontrasepsi lain yang lazim digunakan. Namun dalam kenyataanya tingkat keakuratan AKDR lebih tinggi, karena bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama dengan efek samping minimal. Angka kegagalan IUD pada umumnya adalah 1 kehamilan dalam 125 - 170 kehamilan.8 1 Berdasarkan pernyataan sebelumnya, yaitu angka kematian ibu yang masih tinggi dan dengan tingkat keefektifan obat KB yang tinggi namun jumlah akseptor yang rendah perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui gambaran perilaku ibu-ibu PKK tentang obat KB.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

e-journal

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Journal of Health Science Duta Gama (JlKes) is a journal that publishes research results, scientific reviews and other information in the field of Health Science, Technology and Arts (IPTekS), especially public health, nursing and midwifery. The editor has the right to make edits, revises and ...