Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) merupakan pendidikan yang meliputi seni rupa, seni tari, seni musik, dan seni keterampilan. Kesulitan yang terjadi yaitu hasil belajar siswa yang masih standar. Berdasarkan hal tersebut masalah dalam penelitian ini adalah masih rendahnya kemampuan dan hasil belajar siswa kelas V membuat gambar bercerita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode kerja kelompok pada hasil belajar siswa membuat gambar bercerita kelas V SD Negeri 113 Palembang. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan model quasi experimental yang terdiri dari 2 kelas yaitu kelas V.D dan V.F. Sebelum diberikan perlakuan terlebih dahulu diberi pretest selanjutnya diberi posttest. Penelitian ini menggunakan pengumpulan data seperti observasi, wawancara, tugas proyek, dokumentasi, dan menggunakan analisis data. Hasil penilaian awal atau pretest kelas V.D dengan rata-rata 72,8 , kelas V.F dengan rata-rata 72,9 dan posttest untuk mengetahui hasil belajar siswa ternyata nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi yaitu 81,83 dan kelas kontrol yaitu 78,73. Berdasarkan perhitungan uji normalitas data yang diperoleh kelompok eksperimen yaitu 0,5 dan kelompok kontrol yaitu -1. Hasil perhitungan uji normalitas data untuk Fhitung ≤ Ftabel atau 2,94 ≤ 4,01, maka varians dikatakan homogen. Pengujian hipotesis dari hasil perhitungan uji t diperoleh nilai thitung 0,42 ttabel 2.001 berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode kerja kelompok mempengaruhi hasil belajar siswa yang menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mendapatkan rata-rata nilai lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata kelas kontrol. Siswa lebih suka mengerjakan tugas secara bersama-sama, selain itu dapat melatih siswa dalam kerja sama, tanggung jawab dan kedisiplinan.
Copyrights © 2020