Untuk mendapatkan ketelitian didalam optimasi sebuah bendung, seperti bendung Tyrol, maka perlu dibantu dengan pemodelan komputasi. Maka dari itu digukanlah Jaringan Syaraf Tiruan untuk optimasi Bendung Tyrol Plat Berlubang. Dari hasil optimasi yang dilakukan menunjukkan bahwa Mean Average Prencetage Error (MAPE) yang diperoleh dari hasil perbandingan koefisien debit di lapangan dengan koefisien debit teoritis adalah pada diameter plat 3mm nilai MAPE = 70,5%, diameter plat 6mm MAPE = 76,8% dan diameter plat 10mm MAPE = 76,8%.. Nilai Kesalahan Relatif atau MAPE yang tinggi pada nilai koefisien debit teoritis dengan lapangan dipengaruhi beberapa indikator yang dilapangan tidak digunakan pada koefisien debit teoritis seperti nilai kemiringan saringan dan diameter saringan. Dalam penerapan Jaringan Syaraf Tiruan Metode Backpropagation dalam analisa Koefisien Debit di Bendung Saring Plat Berlubang menggunakan 2 Hidenn Layers, dan jumlah Neurons sebanyak 4 Neuron. Dan juga menggunakan jumlah Epochs sebesar 3000 Epochs. Kombinasi terbaik dengan keakurantan yang diperoleh dari Trial Error yaitu dengan kombinasi 50% Data Training dan 50% Data Testing mendapatkan nilai akurasi 73,6% dengan Nilai Mean Average Precentage Error (MAPE) sebesar 26,4%.
Copyrights © 2022