Kegiatan pertambangan terbuka Bijih Bauksit yang dilakukan pada Areal yang Luas dan tersebar meningkatkan potensi pencemaran kualitas air sehingga diperlukan pengelolaan dengan baik. Salah satu pemodelan spasial GIS yang dapat memprediksi erosi adalah model Geospatial of water Erosion Prediction Project (GeoWEPP). GeoWEPP dapat memprediksi besaran erosi dan memetakan prediksi lokasi terjadinya sedimentasi di lokasi kegiatan penambangan bijih Bauksit serta membuat rencana pengelolaan dan biaya untuk pengendalian erosi, diantarnya dengan membuat settling pond. Pembangunan basis data GeoWEPP diantaranya melakukan Pembuatan peta penggunaan lahan, Peta topografi, Peta tanah dan analisis data curah hujan dan suhu. Hasil analisis terhadap 30 bukit dengan total luas 13 602.48 Ha didapatkan Sedimen sebesar 150 186 m3/bulan dan jumlah aliran air permukaan (run off) sebesar 4 202 267 m3/bulan. Berdasarkan analisis GeoWEPP pada rencana areal blok tambang didapatkan 30 titik outlate yang akan dijadikan lokasi pembangunan settling pond. Biaya yang diperlukan untuk pembangunan seluruh settling pond adalah sebesar Rp. 222 047 640 944 untuk biaya optimis dan Rp. 222 773 049 768 untuk biaya pesimis. Biaya perawatan settling pond pada seluruh titik outlate selama operasional adalah sebesar Rp. 3 145 414 818. Penamanan cover crops pada areal bekas tambang sangat efektif mengurangi erosi, Sehingga setelah kegiatan tambang telah selesai dilakukan, sebaiknya segera dilakukan penataan lahan dan penanaman cover crops.
Copyrights © 2022