Perekonomian Indonesia tidak bisa dijauhkan dari peran besar UMKM yang senantiasa tumbuh dengan berbagai jenis produk baik barang maupun jasa. KPM-DDR yang dilaksanakan di Desa Kambeng, Kecamatan Selahung memilih melakukan pengamatan usaha keripik tempe yang dijalankan oleh seorang wanita berusia lanjut. Usaha ini sudah dijalankan selama bertahun-tahun, namun usahanya belum terlihat ada perkembangan baik dalam hal inovasi barang maupun pemasaran. KPM DDRÂ ini menggunakan pendekatan ABCD (Asset Based Community Development), dengan melakukan langkah yaitu inkulturasi, discovery, design, define and reflection. Strategi yang digunakan dalam pemasaran diarahkan ke media sosial sebagai upaya untuk memperluas jangkauan karena saat ini mayoritas kalangan menggunakan sistem teknologi digital dalam bertransaksi.
Copyrights © 2022