Pertumbuhan suatu wilayah perkotaan dapat berkembang karena pengaruh dari ketersediaan SDA dan SDM yang ada pada wilayah tersebut. Dalam hal ini, peran tempat kuliner merupakan sesuatu yang sangat penting keberadaannya guna meningkatkan perekonomian suatu kota. Berbagai jenis makanan dijual di kawasan ini mulai dari aneka café, hingga pedagang kaki lima seperti penjual kerak telor. Kerak telor merupakan salah satu jenis makanan yang banyak dijual di Kawasan Kota Tua Jakarta. Penjualan kerak telor memiliki keunikan tersendiri dalam hal penjualannya maupun estetika dari ruang produksi tersebut. Hadirnya café-café serta pedagang kerak telor mampu mengubah landscape perkotaan dari segi tata letak ruang kota maupun estetika ruang kota tersebut. Dengan menggunakan teori The Power of Place dalam meninjau tata ruang kota dan makanan akan dapat mengetahui bagaimana keterkaitan antara ruang makanan yang tercipta dengan lansekap kota untuk memenuhi kehidupan masyarakat dengan tetap memanfaatkan lansekap kota bersejarah dalam rangka mengembangkan daerah dan meningkatkan perekonomian daerah tersebut. Penelitian ini bermaksud mengetahui bagaimana ruang kota dan makanan penjual kerak telor di Kawasan Zona Inti Kota Tua Jakarta serta pengaruh politik dan ekonomi terhadap ruang kota dan makanan di Kawasan Zona Inti Kota Tua Jakarta. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Kata Kunci: Ruang Kota; Estetika; Makanan; Ekonomi; The Power of Place
Copyrights © 2022