Jurnal Arsitektur ZONASI
Vol 5, No 2 (2022): Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2022

PROSES PENENTUAN ZONASI DALAM KONSEP ARSITEKTUR SIMBIOSIS PADA KASUS PERENCANAAN MARINE RESEARCH CENTRE DAN OCEANARIUM DI KUTA BALI TAHUN 2021

DHIANDRA RIZKI KUSUMA AGNI (Universitas Trisakti)



Article Info

Publish Date
05 Mar 2022

Abstract

Abstract: Lack of prevention and information centers for the tsunami, especially in Bali, caused losses that were not only in terms of material but also immaterial. The need for an interactive learning and research-based information center to increase public knowledge and awareness about natural disasters, especially tsunamis, is urgently needed. The case study building to be as a research and information center and as a tourism destionation regarding marine life in the coastal areas of Bali in the form of an Oceanarium. Symbiotic architecture with it’s inclusivity concept used as a mutually beneficial and ecological analogy that combines contradictions or other diversity such as nature with technology, past and future. The analysis is carried out by separating the space based on categories and requirements of each space/ rooms and then adapt it with the theory of symbiotic architecture by Kisho Kurokawa. The results of the research are used as an evaluation for case studies in the design of Marine Research Centre and Oceanarium are a form of the symbiotic architecture approach in organism/ human interaction.Keywords: Symbiosis Architecture, Sacred Zone, Intermediary Zone, Oceanarium, Marine Research Centre Abstrak: Minimnya pusat informasi dan sarana penyuluhan mengenai tsunami khususnya di Bali menyebabkan kerugian yang tidak hanya dari segi materil namun juga immateril. Kebutuhan akan pusat informasi yang berbasis riset dan interactive-learning guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai bencana alam khususnya tsunami sangat diperlukan Bangunan kasus studi memiliki fungsi sebagai pusat riset dan informasi serta pariwisata mengenai kehidupan bawah laut di kawasan pesisir Bali dalam bentuk Oceanarium. Arsitektur simbiosis dengan sifat inklusifitasnya digunakan sebagai analogi biologis yang saling menguntungkan serta ekologis yang memadukan hal kontradiktif atau keragaman lain seperti alam dengan teknologi dan masa lalu dengan masa depan. Proses penelitian dilakukan dengan cara memisahkan ruang berdasarkan kategori dan syarat dari masing-masing ruang lalu diadaptasikan berdasarkan teori arsitektur simbiosis karya Kisho Kurokawa. Hasil dari penelitian dijadikan bahan evaluasi bagi kasus studi yaitu perancangan Marine Research Centre dan Oceanarium serta merupakan wujud pendekatan Arsitekur Simbiosis dalam tingkat interaksi organisme/ manusia.Kata Kunci: Arsitektur Simbiosis, Sacred Zone, Intermediary Zone, Oceanarium, Marine Research Centre

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

jaz

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Environmental Science

Description

Journal of Architectural ZONASI is an online open access journal. It features articles on a wide range of issues in architecture, including architectural history and theory, dwelling culture, building technology and material science, architectural design, interior design, landscape architecture, ...