Interaksi antara wisatawan dengan masyarakat lokal dan wisatawan yang berkunjung di kawasan hutan hutan mangrove Desa Tongke-tongke didorong oleh motivasi untuk mengenal, mengetahui atau mempelajari berbagai hal seperti kebudayaan, kehidupan masyarakat, keindahan alam, berbagai jenis kuliner, dan lain-lain. Pada sifatnya, hubungan antara wisatawan dengan masyarakat yang berada di kawasan hutan mangrove Desa Tongke-tongke dapat dicirikan dalam empat hal sebagai berikut: 1) Mereka berhubungan sementara (transitory relationship); 2) Ada kendala ruang dan waktu yang menghambat hubungan; 3) Dalam Mass Tourism, tidak ada hubungan yang bersifat spontan antara wisatawan dengan masyarakat lokal, melainkan sebagian besar diatur dalam paket wisata yang ditangani oleh usaha pariwisata dengan jadwal yang ketat; 4) Hubungan atau interaksi umumnya bersifat tidak setara, pada umumnya masyarakat lokal merasa inferior. Dalam hubungan dengan evolusi sikap masyarakat terhadap wisatawan menggambarkan perubahan sikap masyarakat lokal terhadap wisatawan secara linier. Sikap yg mulanya positif berubah menjadi semakin negatif seiring dengan pertambahan jumlah wisatawan. Interaksi antara wisatawan dan masyarakat lokal yang terjadi di kawasan Hutan Mangrove Tongke-tongke terbagi tiga; 1) Interaksi untuk transaksi wisata; 2) Interaksi di atraksi wisata yang sama; dan 3) Interaksi untuk bertukar informasi.
Copyrights © 2018