Hutan mangrove merupakan salah satu potensi terdapat di Indonesia, bermanfaat sangat besar secara lingkungan, sosial, ekonomi masyarakat pesisir dan pariwisata, termasuk di Tangkolak. Menurunnya luas hutan mangrove memerlukan konservasi, diantaranya melalui penanaman mangrove. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberdayakan komunitas Kreasi Alam Bahari di pesisir Tangkolak, melalui kegiatan pelatihan, pendampingan, penanaman mangrove dengan pola rumpun berjarak, pola Unsika, membersihkan sampah, membuat tempat sampah, papan nama, spot swafoto. Penanaman mangrove dengan menggunakan pola rumpun berjarak, pada umur tanaman 3 (tiga) yang berhasil tumbuh sebanyak 71%. Tingkat persepsi dan kepuasan masyarakat terhadap kegiatan pengabdian 89,12%. Penanaman mangrove sudah berjalan dengan baik dan perlu dijaga berkelanjutannya dengan monitoring dan evaluasi. Kegiatan yang belum berhasil dicarikan penyelesaiannya. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang penanaman mangrove dengan pola rumpun berjarak, baik secara teknis maupun ekonomis. Para donator dan penggiat mangrove sangat dibutuhkan keberadaannya dalam melestarikan pesisir yang hijau.
Copyrights © 2022