Tumpangsari merupakan penanaman lebih dari satu jenis tanaman pada lahan yang sama dan waktu yang berbeda ataupun bersamaan. Pemilihan tanaman yang baik dan optimal antara tanaman, kedua tanaman harus memiliki hubungan yang saling menguntungkan (mutualisme). Pemilihan tanaman legum sebagai tanaman sela bertujuan untuk membantu menyediakan nitrogen di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas tumpangsari antara tanaman jagung dan kacang tanah. Sampel tanah diambil pada saat awal dan akhir untuk dilakukan analisis kimia tanah, serta daun dan pelepah jagung diambil untuk dilakukan analisis jaringan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Dari 26 sampel tanah yang terdiri dari 1 sampel tanah awal dan 25 sampel tanah akhir. Analisis tanah awal diperoleh nitrogen total (0.34%), fosfor total (1.80%), kalium total (0.0016%), pH (6.07), dan bahan organik (8.48%), sedangkan analisis tanah akhir diperoleh data bahwa perlakuan monokultur jagung (P4) kandungan unsur hara relatif rendah jika dibandingkan dengan perlakuan lainnya dengan hasil nitrogen total (0.37%), fosfor total (1.68%), kalium total (0.00034%), pH (6.02), dan bahan organik (8.18%). Berdasarkan hasil analisis beberapa parameter, diketahui bahwa perlakuan tumpangsari jagung dan kacang tanah mempengaruhi pertumbuhan tanaman jagung
Copyrights © 2022