Kegiatan industri menghasilkan polusi yang dapat menyebabkan tekanan pada lingkungan yang dapat berdampak secara fisik maupun non fisik kepada manusia. Dampak negatif atau pengaruh sebagai hasil samping proses industri merupakan beban kerja tambahan bagi tenaga kerja yang dapat menimbulkan kelelahan. Kebisingan dan beban kerja fisik merupakan salah satu yang menyebabkan beban tambahan bagi pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebisingan dan beban kerja fisik terhadap stres kerja di PT Jamu Air Mancur. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik, dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh dengan jumlah responden 28 orang pekerja. Penelitian ini menggunakan Sound Level Meter untuk mengetahui data intensitas bising, Pulse Oxymeter untuk mengukur denyut nadi beban kerja fisik menggunakan kuesioner untuk mengetahui data stres kerja.Teknik analisis data menggunakan uji bivariat menggunakan Kolmogorov Smirnov dan uji Somers’d, sedangkan untuk uji multivariat menggunakan uji Regresi Ordinal Berganda dengan aplikasi SPSS versi 21 . Hasil uji bivariat menunjukkan variabel kebisingan (p = 0,042) dan beban kerja fisik (p = 0,000) memenuhi syarat untuk masuk ke uji Regresi Ordinal Berganda karena nilai p < 0,25. Hasil uji mutivariat menggunakan Regresi Ordinal Berganda menunjukkan adanya hubungan antara kebisingan dengan stres kerja adalah signifikan (p = 0,030; OR = 33,3) dan hubungan antara beban kerja fisik dengan stres kerja adalah signifikan (p= 0,004; OR = 2,9). Variabel kebisingan dan beban kerja fisik secara bersama – sama mempengaruhi stres kerja sebesar 57 % (r2 = 0,568). Dengan demikian, terdapat hubungan yang signifikan antara kebisingan dan beban kerja fisik dengan stres kerja di PT Jamu Air Mancur.Kata Kunci: Beban Kerja Fisik, Kebisingan, Stres Kerja
Copyrights © 2022