Pernikahan yakni menyatukan seorang laki-laki dengan seorang perempuan dalam ikatan yang sah, pada setiap daerah tentunya memiliki keunikan tersendiri dalam proses pelasaksaan pernikahan. Seperti halnya di dataran tinggi Gayo yang memiliki keunikan dalam sistem dan tradisinya yang dikenal dengan sebutan sarak opat (lembaga kepemimpinan). Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana sistem sarak opat dalam pelaksanaan pernikahan serta untuk melihat peluang dan tantangan Sarak opat dalam beguru di kalangan masyarakat setempat. Penelitian dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menujukkan bahwasanya daerah ini memiliki beberapa tradisi dalam pelaksanaan pernikahan dimulai dengan bersibetehen, menginte, dilanjutkan dengan betelah dan mujule mas, proses dilanjutkan hingga beguru, sebagai wadah untuk menyampaikan nasihat amar ma’ruf nahi mungkar dan petuah pernikahan yang akan disampaikan oleh sarak opat. Sarak opat mengambil banyak peran sebagai satu wujub kesatuan dalam masyarakat. Tantangan Sarak Opat dalam pelaksanaan pernikahan dilihat dari eksternalnya yaitu mencegah isak tangis yang berlebihan ditengah keluarga serta menanamkan kepedulian terhadap adat budaya Gayo bagi pemuda dan pemudi. Sementara peluangnya adalah sebab tradisi lahir dari sekelompok manusia, milik bersama, sebagai pola pembentukan tingkah laku serta tradisi bersifat dinamis.
Copyrights © 2020