Keabstrakan objek matematika dan pendekatan pembelajaran yang kurang tepat, menjadi salah satu faktor penyebab sulitnya belajar matematika bagi para siswa. Mereka merasa apa yang dipelajarinya kurang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka merasa “dipaksa” untuk mempelajari sesuatu yang berada di luar jangkauan daya pikirnya. Akibatnya, prestasi belajar matematika di Indonesia masih relatif rendah dan tidak mengalami peningkatan yang berarti. Pembelajaran matematika khususnya di jenjang pendidikan dasar sebaiknya dikaitkan dengan pengalaman kehidupan nyata siswa. Salah satu pendekatan pembelajaran matematika yang mengaitkan pengalaman kehidupan nyata siswa dengan pembelajaran matematika adalah Pembelajaran Matematika Realistik (PMR). Melalui penerapan Pendekatan PMR di SMP Negeri 34 Makassar diperoleh bahwa: (1) Ketuntasan belajar secara klasikal: tuntas, yaitu sebanyak 85,37% siswa memperoleh skor ≥ 65% dari skor total hasil tes; (2) Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran: efektif; (3) Aktivitas Siswa: Efektif; dan (4) Respon siswa: positif. Dengan demikian penerapan pendekatan pembelajaran matematika realistik SMP di Makassar efektif. Berdasarkan analisis inferensial diperoleh bahwa hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran matematika realistik lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran matematika konvensional.
Copyrights © 2009