Perluasan aktor non-negara dalam hubungan internasional menjadikan media massa diakui sebagai salah satu instrumen diplomasi yang cukup berpengaruh terhadap kebijakan maupun proses decision making. Berdasarkan perkembangan tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pemeneritan Indonesia menggunakan instrumen media massa sebagai second track diplomasi guna mendukung kepentingan nasional Indonesia di Laut China Selatan (LCS). Teori yang digunakan adalah teor komunikasi massa menurut McQuail dan teori second track diplomaci menurut Louise Diamond dan John Mc Donald. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan objek penelitian adalah kebijakan second track diplomasi Indonesia melalui peran media massa. Sumber penelitian ini diperoleh dari sumber data sekunder meliputi referensi dan buku, jurnal, artikel, website, dan portal pemberitaan sebagai pendukung penelitan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peningkatan eksposur pemberitaan terhadap pengelolahan potensi martim Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia di LCS menjadi penting untuk dilakukan sebagai bentuk eksistensi pemerintah Indonesia terhadap hak berdaulat di LCS. Kemudian, dibutuhkan agenda setting media massa yang menyoroti dukungan masyarakat internasonal mengenai implementasi freedom of navigation di LCS.
Copyrights © 2022