Pluralisme telah menjadi tema penting pada era pascamodern, dimana akhirnya manusia digiring untuk menerima dan menganggap segala sesuatu benar (relatif menurut penilaian masing- masing individu). Berbeda dengan hal tersebut, John Calvin, seorang tokoh reformator radikal yang menempatkan posisi kebenaran Allah pada tingkat superior. Ia merefleksikan kebenaran mutlak tersebut dalam konsep Sovereignty of God miliknya yang juga menjadi tema sentral dari setiap ajarannya. Dengan menerapkan studi kualitatif melalui kajian pustaka (studi literatur), artikel ini dikaji dan diolah berdasarkan sumber-sumber tulisan mengenai permasalahan terkait. Hasil penelitian mengemukakan bahwa konsep Sovereignty of God milik John Calvin menjadi jawaban atas kerelatifan pluralisme.
Copyrights © 2022