Pembangunan infrastruktur di Indonesia kini berkembang dengan cepat, sehingga inovasi dalam pembuatan beton juga semakin beragam agar mutu, kekuatan, dan durabilitas beton juga semakin meningkat. Metakaolin dapat digunakan sebagai salah satu inovasi untuk mengganti penggunaan sebagian semen pada beton HSSCC karena merupakan pozzolan yang efektif dan reaktif. Agar lebih reaktif, pozzolan dapat direaksikan dengan aktivator yang berasal dari material alkali atau yang biasa disebut aktivator alkali. Tujuan utama dari penelitian yang telah dilakukan adalah bagaimana variasi aktivator alkali pada beton HSSCC dengan bahan tambah metakaolin 17,5% dapat memengaruhi parameter SCC, kuat tarik belah, dan modulus of rupture pada beton tersebut. Aktivator alkali menggunakan NaOH dan Na2SiO3 dengan perbandingan Na2SiO3/NaOH adalah 0; 1/2; 2/2; 3/2. Benda uji pada penelitian ini balok beton tanpa tulangan dengan ukuran 400 mm x 100 mm x 100 mm, serta silinder beton dengan ukuran tinggi 300 mm dan diameter 150 mm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan aktivator alkali menurunkan workabilitas pada beton segar, namun dapat memenuhi syarat beton SCC pada perbandingan tertentu menurut EFNARC 2005. Hasil pengujian parameter kuat tarik belah dan modulus of rupture beton umur 28 hari tertinggi dicapai oleh beton dengan variasi aktivator alkali 2/2, yaitu sebesar 3,09 MPa dan 3,57 MPa.
Copyrights © 2021