Pendahuluan: Evaluasi penggunaan buku KIA berdasarkan Riskesdas 2018 menunjukkan pencatatan hasil pelayanan pada Buku KIA belum optimal, hanya 10,5% Buku KIA yang terisi lengkap, padahal buku KIA merupakan alat komunikasi dan media informasi yang efektif dan efisien apalagi pada masa pandemi covid-19. Metodologi: Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yaitu ibu hamil yang berada di Kesiman Bali dengan teknik pengambilan sampel sampling jenuh mengingat jumlah sampel yang terbatas. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan secara online maupun offline pada kegiatan kelas ibu hamil. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah analisa deskriptif.Hasil: penggunaan buku KIA belum optimal: 70% buku KIA dapat dipahami oleh ibu hamil, 82,3% pengisian buku KIA ibu hamil tidak lengkap, 100% tertarik membaca buku KIA, 94,1% keluarga mendukung penggunaan buku KIA. Diskusi: Pemahaman buku KIA didukung oleh karakteristik responden yang 47% berpendidikan sarjana. Pendidikan dengan tingkat pengetahuan sangat terkait, pengetahuan merupakan hal penting dalam terbentuknya perilaku. Pengisian buku KIA ibu tidak lengkap, 11,8% ibu hamil belum dapat memastikan kelengkapan pelayanan pemeriksaan kehamilan dan 41,2% ibu hamil dengan paritas primigravida jadi belum memiliki pengalaman tentang kehamilan. Motivasi timbul atas dorongan dalam diri atau pihak lain yang didasari dengan adanya kegiatan rutin. 82,3% ibu hamil membaca buku KIA atas dorongan dari tenaga kesehatan. Dukungan keluarga untuk ibu hamil penting untuk meningkatkan motivasi dalam penggunaan buku KIA.
Copyrights © 2022