Inflamasi merupakan proses yang terjadi setelah adanya trauma yang disebabkan oleh mikrobiologi, zat kimia atau fisik. Salah satu obat antiinflamasi yang beredar dipasaran dan banyak diresepkan yaitu natrium diklofenak. Lebih dari 20 persen pasien mengalami perdarahan gastrointestinal dan ulserasi lambung yang merupakan efek samping dari NSAID. Minyak ikan salmon dapat dengan mudah diperoleh dari hasil laut yang beragam dan melimpah. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis aktivitas antiinflamasi akut minyak ikan salmon dengan alat pletismometer air raksa. Penelitian ini dilakukan secara in vivo yang diujikan pada tikus putih jantan galur Wistar (Rattus norvegicus L.). Efek antiinflamasi dilihat dari perhitungan volume edema kaki tikus dilakukan sebelum dan 30 menit sesudah pemberian induksi karagenin 1 persen secara subplantar. Dua puluh empat ekor tikus dibagi secara acak menjadi enam kelompok uji yaitu kelompok kontrol, negatif, ositif, dan kelompok uji (dosis 40mg/kg BB, 50mg/kg BB dan 60mg/kg BB) secara oral. Hasil perhitungan persen hambatan inflamasi kontrol positif (Emulsi natrium diklofenak Dosis 5mg/kg BB), dan kelompok minyak ikan salmon (Dosis 40mg/kg BB, 50mg/kg BB dan 60 mg/kgBB) sebesar 49,97 persen ; 22,22 persen; 33,28 persen dan 44,35 persen. Hasil penelitian menunjukkan nilai ED50 minyak ikan salmon sebesar 65.3280 mg/kgBB. Hal tersebut menunjukkan bahwa minyak ikan salmon mempunyai aktivitas antiinflamasi pada sampel tikus jantan (Rattus norvegicus L.).
Copyrights © 2020