Data Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Bali menunjukkan jumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) meningkat. Penelitian sebelumnya tentang kinerja BUMDes di Provinsi Bali terbatas pada kinerja Sumber Daya Manusia di BUMDes, namun penelitian tentang kinerja BUMDes sampai saat ini belum ditemukan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kinerja BUMDes di Provinsi Bali, kontribusi BUMDes bagi pendapatan asli desa (PADes), pendorong dan penghambat kinerja BUMDes, dan pendorong dan penghambat kontribusi BUMDes. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Indikator kinerja terdiri dari kinerja keuangan kinerja non keuangan. Jenis data kualitatif yaitu tanggapan responden terhadap kuesioner yang kemudian dikuantitatifkan, hasil wawancara dan dokumen BUMDes. Populasi penelitian seluruh pelaksana operasional BUMDes di Provinsi Bali. Sampel ditentukan dengan metode Accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan BUMDes di Provinsi Bali memiliki kinerja keuangan dan non keuangan baik. Data menunjukkan 85,7 % BUMDes mengalami peningkatan penjualan sebelum pandemi, meskipun tidak mengalami peningkatan penjualan selama pandemi, terdapat 21,4 % BUMDes mengalami peningkatan modal. Sebagian besar (92,9%) BUMDes mampu menyusun anggaran dan 64,3 % mampu mengelola potensi desa. Pendorong kinerja BUMDes adalah pengelola dan partispasi masyarakat yang gigih dan kreatif. Penghambat kinerja adalah perbedaan pemahaman terhadap peraturan diantara para pengelola dan pembebanan pajak. Kontribusi BUMDes bagi Pendapatan Asi Desa meningkat dari tahun ke tahun. Pendorong kontibusi BUMDes adalah kesadaran dan kepatuhan terhadap peraturan pemerintah. Penghambat kontribusi adalah pandemi covid-19, dukungan pemerintah yang kurang optimal dan rendahnya kemampuan mengelola potensi desa.
Copyrights © 2021