Penelitian ini membahas tentang perubahan konstruksi perempuan Jawa pada tokoh Surti dalam novel Surti+3 Sawunggaling (2018) yang merupakan alih wahana dari naskah drama monolog yang berjudul “Surti dan Tiga Sawunggaling”. Novel tersebut menghadirkan penambahan tokoh dan pengembangan cerita yang tidak ada dalam naskah monolog. Selain itu, adanya perbedaan antara novel dan naskah berupa perubahan sifat Surti menjadikan proses alih wahana ini menarik untuk diteliti. Tujuan penelitian ini ialah menampilkan rekonstruksi perempuan Jawa dalam tokoh Surti yang memiliki sifat setia, bekti, sopan, legawa (menerima), penurut, dan pemaaf menjadi sosok Surti yang berbeda. Analisis dalam penelitian ini menggunakan teori alih wahana Sapardi Djoko Damono, teori gender dari Oakley, konsep perempuan Jawa dari Serat Cendrarini dan Centhini, serta konsep perempuan di keluarga Jawa dari Geertz. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa novel Surti+3 Sawunggaling memberikan “ruang” dan konstruksi yang berbeda bagi perempuan untuk “meruntuhkan” budaya Patriarki yang terdapat dalam keluarga Jawa.Kata kunci: novelisasi; perempuan jawa; gender; alih wahana
Copyrights © 2022