Identitas budaya Indonesia masih menjadi pertanyaan bagi kami semua, karena sebenarnya bentuk budaya yang sudah ada yaitu bentuk budaya lokal dari suku maupun wilayah tertentu. Seperti contohnya kota yang dijuluki Tanah Melayu yaitu Kota Tanjungpinang, sempat menjadi kota yang didominasi oleh etnis Tionghoa dengan persentase terbanyak yaitu 58,86%. Tentunya dengan banyaknya persebaran orang Tionghoa dari suku yang berbeda di berbagai kawasan Tanjungpinang juga akan mempengaruhi budaya masyarakat setempat. Seperti contohnya, setiap tahun terdapat 8 (delapan) tradisi lokal Tionghoa Tanjungpinang yang diselenggarakan rutin dan penduduk lokal juga banyak yang berkontribusi pada acara tersebut. Makanan pada saat perayaan tradisi lokal tersebut juga beragam, disesuaikan dengan jenis praktek budaya dan kepercayaan penduduk etnis Tionghoa setempat. Masing-masing penyajian memiliki arti dan makna penting dalam suatu adat dan hal ini bermanfaat sebagai identitas budaya lokal setempat. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif melalui teknik pengumpulan data dari etnografi, wawancara mendalam, diskusi kelompok dan pembeli anonim (Wheeler, 2009),peneliti menjabarkan penemuan-penemuan dari arti dan makna setiap makanan yang dapat dijadikan bentuk identitas budaya. Penentuan makanan atas dasar yang paling sering dikonsumsi atau digunakan sebagai sesajen. Tujuan penelitian ini agar dapat mengidentifikasikan tradisi lokal etnis Tionghoa Tanjungpinang melalui makanan yang kemudian dapat di desain melalui identitas visual pada tahap penelitian selanjutnya dan diaplikasinya pada berbagai media promosi sehingga dapat membantu pariwisata kota Tanjungpinang.
Copyrights © 2022