Konsumsi bawang merah yang tinggi dan terus meningkat menyebabkan petani kesulitan untuk memenuhi permintaan bawang merah nasional. Usaha peningkatan produksi bawang merah dengan pemupukan yang intensif dan cenderung berlebihan mengakibatkan rusaknya lingkungan. Penggunaan pupuk organik cair (POC) dapat menjadi solusi untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan serta diharapkan mampu meningkatkan produksi bawang merah. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian POC asal urine sapi dan kelinci terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah dan untuk mengetahui potensi POC asal urine sapi maupun kelinci dalam mereduksi penggunaan pupuk NPK. Penelitian dilakukan di IP2TP Margahayu, Lembang, terdiri atas dua percobaan, enam perlakuan dengan lima ulangan di tiap percobaan. Perlakuan percobaan terdiri atas kontrol (tanpa pupuk), pupuk NPK dosis standar (500 kg/ha), POC urine sapi + setengah dosis standar NPK, POC urine kelinci + setengah dosis standar NPK, POC urine sapi, dan POC urine kelinci. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktor tunggal, di mana percobaan pertama menggunakan varietas Sembrani, dan percobaan kedua menggunakan varietas Trisula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi POC dengan setengah dosis pupuk NPK mampu mengimbangi perlakuan pemupukan NPK dengan dosis rekomendasi. Perlakuan pemupukan dengan POC tanpa penambahan pupuk anorganik tidak mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah.KeywordsBawang merah; Pupuk organik cair; Pertumbuhan; Produksi; UrineAbstractHigh and increasing shallot consumption resulting problem for farmers to meet the national shallot demand. The efforts to increase the shallot production with intensive fertilization cause more environmental damage. Liquid organic fertilizer (LOF) usage might be a solution to reduce environmental damage impact and is expected to increase the shallot production. This study purpose was to determine the effect of LOF from cow and rabbit urine on shallot’s growth and production, also to determine the potential of LOF from cow and rabbit urine in reducing the use of NPK fertilizer. The study was conducted in IP2TP Margahayu. Lembang, consisting of two experiments, six treatments with five replications in each experiment. The experimental treatments consisted of control (without fertilizer), standard dose of NPK fertilizer (500 kg/ha), cow urine LOF + half standard dose of NPK, rabbit urine LOF + half standard dose of NPK, cow urine LOF, and rabbit urine LOF. The study used a single factor randomized block design (RBD), where the Sembrani variety was used in experiment one, and the Trisula variety was used in experiment two. The results showed that the combination of LOF with half NPK dosage was able to balance the treatment of NPK recommended dosage. While the treatment of only LOF was not able to increase shallot’s growth and production.
Copyrights © 2022