Latar belakang: Shift kerja merupakan sumber utama dari stres bagi tenaga kerja. Banyak keluhan akibat shift kerja seperti gangguan tidur, selera makan menurun, gangguan pencernaan dan kelelahan selama atau setelah bekerja pada shift malam. Shift kerja merupakan pilihan dalam pengorganisasian kerja untuk memaksimalkan produktivitas kerja sebagai pemenuhan tuntutan pasien. Meskipun memberikan keuntungan terhadap pasien, shift kerja dapat memberikan dampak negatif salah satunya adalah stress kerja. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan shift kerja perawat dengan stres kerja di Instalasi Rawat Inap. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif survey analitik melalui pendekatan desain cross sectional dengan chi square. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Rawat Inap pada tanggal 19 Maret sampai dengan 18 April tahun 2020. Sampel pada penelitian ini adalah perawat pelaksana di Instalasi Rawat Inap yang berjumlah 93 perawat, yang diambil dengan tehnik Random Assignment Sampling. Hasil: Penelitian ini menunjukkan distribusi frekuensi perawat lebih dari setengah mendapatkan jadwal shift pagi sebanyak 62,4%. Distribusi frekuensi perawat lebih dari setengah memiliki stres kerja ringan sebanyak 71,0%. Ada hubungan shift kerja perawat dengan stres kerja (ρ=0,000). Saran: Diharapkan hasil penelitian dapat menjadikan bahan evaluasi untuk perawat dalam upaya penurunan stres kerja dengan meningkatkan pelatihan tentang penerapan teknik relaksasi dan distraksi saat proses kegiatan kerja. Kata Kunci: Shift Kerja, Stres Kerja
Copyrights © 2020