Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum
Sarjana Ilmu Hukum, Juli 2021

PANDANGAN HUKUM ISLAM TERHADAP MARITAL RAPE KEPADA ISTRI (Studi Putusan Pengadilan Negeri Denpasar No. 899/Pid.Sus/2014/PN Dps)

Tat Taviv (Unknown)



Article Info

Publish Date
07 Apr 2022

Abstract

Tat Taviv, Siti Hamidah, Siti Rohmah Fakultas Hukum Universitas Brawijaya e-mail: tattaviv@gmail.com ASBTRAK Jurnal ini mengangkat tema kekerasan dalam rumah tangga yang selama ini kekerasan seksual yang dilakukan suami terhadap istri (Marital Rape) sangat jarang mendapatkan perhatian dikalangan masyarakat. Suami yang memaksakan sebuah aktifitas senggama, jarang dimunculkan ke permukaan oleh istrinya. Seperti pada kasus dalam putusan No. 899/Pid.Sus/2014/Pn Dps terdakwa M Tohari dituntut telah melakukan kekerasan seksual terhadap korban yakni Siti Fatimah, in casu istri terdakwa sendiri. Dimana terdakwa memaksa korban untuk melakukan hubungan seksual dengannya, padahal saat itu korban sedang sakit sehingga korban menolak untuk melakukan hubungan seksual. Tindakan kekerasan seksual antara pasangan suami istri telah mendapat perhatian serius di masyarakat saat ini, terutama menurut pandangan hukum Islam di Indonesia. Pandangan hukum islam tentang marital rape dalam putusan No. 899/Pid.Sus/2014/PN Dps bahwa Marital rape termasuk ke dalam hukum pidana Islam karena perbuatan aniaya yang menganggu hak individu orang lain yang mengandung kemudaratan, bertentangan dengan maqashid syariah kategori hifz an-nafs sekaligus prinsip mu’asyarah bi al-ma’ruf yang menganjurkan berbuat bauk dalam berumah tangga untuk menuju keluarga yang sakinnah, mawaddah, warrahmah dalam suatu pernikahan. Kemudian analisis dasar pertimbangan hakim dalam memutus perkara putusan No.899/Pid.Sus/2014/PN Dps yakni hakim mempertimbangkan telah memenuhi unsur-unsur, yakni unsur setiap orang dan unsur melakukan perbuatan kekerasan sehingga terdakwa dijatuhi hukuman penjara 5 bulan. Namun, Hukuman yang diberikan oleh Majelis Hakim belum mencerminkan tujuan pemidanaan hukum pidana yang telah disebutkan di atas, seperti mendatangkan rasa damai bagi masyarakat. Kata Kunci: Marital Rape, Hukum Islam ABSTRACT This research delves into marital rape committed by a husband to his wife, and this case seems to receive a little attention, where a husband forcing his wife to do sexual intercourse is not often revealed by the wife, like the crime committed by M Tohari as a defendant involved in sexual violence to his wife Siti Fatimah as in casu under District Court Decision Number 899/Pid.Sus/2014/Pn Dps. The defendant forced his wife to do sexual intercourse, but it was rejected by his wife since she was ill. This sexual violence has received serious attention from the members of the public especially when this case is related to the perspective of Islamic law in Indonesia. This marital rape could be categorized into Islamic criminal law since it involves physical violence that violates the right of another person, which is disadvantageous to some extent. Moreover, this act is against maqashid syariah in the category of hifz an-nafs and the principle of mu’asyarah bi al’ma’ruf which encourages good behavior in a household. This is intended to establish a sakinah, mawaddah, and warrahmah family following a marriage. The judge concerned also considered several aspects of ‘every person’ and ‘committing violence’, and from this consideration, the defendant was sentenced to five-month imprisonment. However, what has been issued as a verdict by the judge has not represented criminalizing objectives as mentioned above to encourage peace among people. Keywords: Marital Rape, Islamic Law

Copyrights © 2021