Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Vol 1, No 2 (2022)

CAMPURAN BETON UNTUK BETON PRACETAK




Article Info

Publish Date
13 May 2022

Abstract

Perkembangan kegiatan konstruksi semakin membutuhkan pekerjaan dengan waktu yangcepat. Kebutuhan beton pracetak yang tinggi berhubungan dengan produksi yang menekankanefisiensi dalam proses sehingga beton dapat dipindahkan setelah dicor agar bekisting dapatdipakai ulang. Maka dibutuhkan campuran beton yang memiliki kuat tekan awal yang tinggiagar beton dapat cepat mengeras dan dapat dipindah tanpa rusak. Penggunaan bahan tambahdan subtitusi semen GGBFS diharapkan mampu untuk mempengaruhi kualitas beton sepertikuat tekan awal, kecepatan pengerasan dan kepadatan. Pada penelitian ini digunakan jenissemen narogong dan tuban dengan semen GGBFS digunakan sebagai bahan subtitusi padakomposisi semen. Penelitian ini difokuskan pada kekuatan tekan awal beton sebagai betonpracetak. Mix design direncanakan mendapatkan kuat tekan awal yang tinggi denganmenggunakan semen GGBFS. Variasi material yang digunakan adalah jenis semen narogongdan semen tuban dengan subtitusi kadar semen GGBFS 20%, 30%, dan 50%. Kemudianmenggunakan FAS 0,25 dan 0,3 dengan variasi umur beton yaitu 8 jam, 16 jam, dan 28 hari.Benda uji yang digunakan berupa silinder dengan dimensi 15 x 30 cm. Dari penelitian inidiketahui bahwa variasi campuran beton mempengaruhi kuat tekan awal beton. PenggunaanFAS yang semakin kecil memiliki kuat tekan awal yang lebih baik dan semen narogongmemiliki kuat tekan awal yang cenderung lebih besar disbanding campuran menggunakansemen tuban. Beton pracetak membutuhkan beton yang memiliki kuat tekan awal tinggi dancepat mengeras, penambahan addition HE dan semen GGBFS mampu mengatasi hal tersebut.Kuat tekan awal tertinggi terjadi pada kadar semen GGBFS 20% dan FAS 0,25 menggunakansemen narogong dengan kuat tekan rata-rata sebesar 14,85 MPa.Kata kunci : semen GGBFS, beton pracetak, kuat tekan awal, campuran beton

Copyrights © 2022