Pendidikan pada dasarnya adalah untuk mewujudkan peradaban. Akan tetapi dewasa ini perilaku manusia mudah berubah dikarenakan pengaruh perkembangan zaman yang selalu bergerak. Manusia kemudian dalam keberlangsungan hidupnya hanya fokus pada ranah kognitif dan psikomotorik. Padahal ranah afektif merupakan faktor utama keberhasilan manusia dalam menciptakan peradaban. ranah afektif merupakan berhubungan vertikal manusia dengan Tuhannya. Inilah yang menyebabkan ranah afektif bersentuhan langsung dengan spiritualisme. Ranah afektif merangkum seluruh konsep “akhlak”. Di sinilah kisah Islami sebagai wujud sejarah yang menjadi hikmah dan pelajaran dengan keindahan sastranya dijadikan sebagai upaya pengoptimalan ranah afektif.Penelitiaan ini bertujuan untuk mengoptimalisasi ranah afektif dengan pendidikan berbasis kisah Islami. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research) dan penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarakan analisis dan data yang penulis teliti, penulis menyimpulkan dalam mengoptimalkan ranah afektif maka tidak lepas dari 2 (dua) aspek, yaitu Pertama, Tuhan, Allah Swt. sebagai penentu dan pemilik kehendak. Kedua, Manusia, manusia itu sendiri memiliki peran untuk keberhasilan optimalisasi ranah afektif karena manusia diberikan takdir untuk bebas berkehendak dengan aturan yang sudah ditentukan oleh Tuhan.
Copyrights © 2018