Kapal ikan tradisional pada umumnya dibuat dengan bahan kayu, namun ketersediaan bahan kayu di alam terbatas, sehingga diperlukan alternatif bahan baku lainnya, salah satunya adalah fiberglass. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan kapal fiberglass hasil redesain dari kapal tradisional Tambak Lorok yang mempertahankan ukuran utamanya. Simulasi kapal tubrukan dengan jetty dilakukan dengan 4 variasi kecepatan yaitu 1 knot, 3 knot, 5 knot, 7knot selama 0,01 detik. Besar tegangan von-mises maksimal untuk kecepatan 1 knot; 3 knot; 5 knot; 7 knot berturut-turut adalah 76,3 MPa; 210,93 MPa; dan 278,71 MPa; 321,72 MPa . Energi internal maksimal yang diserap oleh kapal untuk kecepatan 1 knot; 3 knot; 5 knot; 7 knot adalah 27,747 J; 252,66 J; 725,56 J; 1049,8. Gaya maksimal yang dihasilkan untuk kecepatan 1 knot adalah 100,11 N dengan deformasi 2,871 mm. Untuk kecepatan 3 knot, besar gaya maksimal yang dihasilkan adalah 1396 N dengan deformasi 8,047 mm. Untuk kecepatan 5 knot, besar gaya maksimal yang dihasilkan adalah 2118,9 N dengan deformasi 13,529 mm. Sedangkan untuk kecepatan 7 knot besar gaya maksimal yang dihasilkan adalah 2274,1 N dengan deformasi 19,513 mm. Hasil analisa menunjukan nilai tegangan, energi internal, gaya, dan deformasi yang dihasilkan akan semakin besar dengan bertambahnya kecepatan awal kapal. Nilai tegangan kapal telah mencapai ultimate strength material pada kecepatan 7 knot.
Copyrights © 2022