SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
Vol 6, No 3 (2019)

Implementasi Paradigma Islam Wasathiyah; Strategi Menjaga Masa Depan Keindonesiaan

Trini Diyani (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta)



Article Info

Publish Date
09 Nov 2019

Abstract

Abstract:Indonesia is a country with a society that has a very high level of diversity (heterogeneous-pluralistic), and is framed in a united harmony of solidarity, and is based on Pancasila as the ideology of the nation. This is in accordance with the ideals of the nation's founders with the motto Unity in Diversity (they remain one). Such diverse community conditions are certainly easily provoked by SARA issues, especially religious issues and have the potential to cause enormous conflict. The presence of hardliners in all walks of life is certainly a challenge for the government. Hardliners try to replace the ideology of the nation with the Wahhab / Muslim Brotherhood ideology that is extreme, hard, and rigid. This hardliner group aspires to the Khillafah Islamiyah state which is clearly in conflict with the foundations of the Pancasila state and the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. The birth of the Wasathiyah Paradigm as an intellectual response to his concern for the thought of hardliners who tried to divide the nation. Wasathiyah's true understanding is able to harmonize inclusive and moderate thinking so as to create peace in the life of the nation and state, as well as building a progressive civilization.Keywords: Hardliners, Wasathiyah, Moderation Abstrak: Indonesia adalah negara dengan masyarakat yang  memiliki tingkat keberagaman sangat tinggi (heterogen-pluralistik), dan di bingkai dalam satu kesatuan harmoni solidaritas, serta berlandaskan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Hal ini sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika (berbeda-beda tetap satu). Kondisi masyarakat yang beragam seperti inilah tentu mudah terprovokasi oleh isu-isu SARA terlebih isu agama dan berpotensi menimbulkan konflik yang sangat besar. Hadirnya para kelompok garis keras di segala lini kehidupan tentu menjadi sebuah tantangan bagi pemerintah. Kelompok garis keras berusaha mengganti ideologi bangsa dengan ideologi Wahabi/Ikhwanul Muslimin yang ekstrem, keras, dan kaku. Kelompok garis keras ini mencita-citakan negara Khillafah Islamiyah yang jelas-jelas sangat bertentangan dengan dasar negara Pancasila dan UUD NRI 1945. Hal tersebut menjadi sebuah acaman yang membahayakan bagi persatuan bangsa dan berpotensi mendorong bangsa kita ke dalam jurang kehancuran. Lahirnya Paradigma Wasathiyah sebagai respon para intelektual terhadap keprihatinnannya terhadap pemikiran kelompok garis keras yang berusaha memecah belah bangsa. Pemahaman Wasathiyah yang benar mampu menyelaraskan pemikiran yang inklusif dan moderat sehingga mewujudkan kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta membangun peradaban yang berkemajuan.Keywords: Kelompok Garis Keras, Wasathiyah, Moderasi

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

salam

Publisher

Subject

Religion Humanities Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences Other

Description

SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i (ISSN 2356-1459) is a national journal published by the Faculty Sharia and Law Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, INDONESIA. The focus is to provide readers with a better understanding of Indonesia social and sharia culture and present ...