Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Vol 12, No 1 (2012)

Pengaruh Gel Kombinasi Ekstrak Jatropha multifida dan Daun Carica papaya terhadap Penyembuhan Luka Bakar Kimia pada Rattus norvegicus

Hendri Okarisman (Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)
Sri Nabawiyati Nurul Makiyah (Bagian Histologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
01 Feb 2016

Abstract

Luka bakar merupakan cedera dengan mordibitas derajat cacat tingkat tinggi di rumah sakit. Zat kimia adalah salah satu zat yang dapat menyebabkan luka bakar. Tumbuhan Indonesia yang biasa digunakan untuk menangani luka adalah tumbuhan yodium (Jatropha multivida) dan daun pepaya ( Carica papaya). Tumbuhan yodium mengandung senyawa saponin (anti inflamasi), flavonoid (antimikroba), alkaloid (Bakteriostatik), dan tannin (anti bakteri). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel kombinasi ekstrak tumbuhan yodium  dan daun papaya  terhadap penyembuhan luka bakar kimia pada tikus putih (Rattus norvegicus) terinduksi asam sulfat. Design penelitian eksperimental invivo dengan subjek 30 ekor tikus putih betina galur Spraggue Dawley umur 5-8 minggu, berat 180-265 gram dibagi lima kelompok: kelompok kontrol positif dengan obat standar luka bakar 0,125 ml/hari (A), tiga kelompok perlakuan diberi gel ekstrak kombinasi tumbuhan yodium dan daun papaya, (B) 1:1, (C) 1:2, (D) 2:1 dan kelompok control negative (E). Tikus diberikan perlukaan induksi asam sulfat 75% membentuk diameter luka 2 cm. Diameter luka diukur dengan metode Morton dan dihitung persentase kesembuhan luka. Hasil penelitian didapatkan hasil bahwa kombinasi gel ekstrak tumbuhan yodium ( Jatropha multivida ) dan daun papaya perbandingan 1:2 berpengaruh dalam mempercepat penyembuhan luka bakar kimia pada tikus putih secara bermakna dengan nilai p = 0.011 (p0.05). A burn is an injury with a high level mordibidity of disability degree in hospital. The burn is caused by various factors such as the chemical burns. One of Indonesian typical plant that can be used for the burns is the iodine plant (Jatropha multivida) and leaves of papaya (Carica papaya). Iodine plant contains of saponins (anti-inflammatory substance), flavonoid (antimicrobial), alkaloids (bacteriostatic agent), and tannin (antibacterial). This research is experimental in vivo study with 30 subjects female Spraggue Dawley strain white rats (Rattus norvegicus), 5-8 weeks in age, 180-265 grams. Subjects were divided in five groups namely, the positive control group given a standard drug burns Bioplasenton 0.125 ml / day ( A), whereas the treatment group were given a combination of extracts iodine plant gel and papaya leaves with a ratio of 1:1 (B), 1:2 (C), 2:1 (D) and the negative control (E). Rats given injury using the induction of 75% sulfuric acid to form the wound diameter of 2 cm. Wound diameter measurement is done every day (by the method of Morton) and the percentage of wound healing was counted. The result of Oneway ANOVA test show that intervention in group C may accelerate the healing of chemical burns, with p value 0.05 (p = 0,011).

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

mm

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in ...