AbstrakPerbincangan seputar penulisan Hadis selalu menjadi hal yang menarik. Hal ini disebabkan adanya pandangan bahwa Hadis terlambat ditulis 1 abad lamanya pasca wafatnya Nabi. Ulama berpendapat bahwa pasca wafatnya Nabi sampai akhir abad 1 Hijriyah, Hadis hanya diriwayatkan secara lisan dari hafalan-hafalan. Kondisi demikian tentu sangat tidak menguntungkan bagi Hadis, sebab tanpa ada penulisan yang disiplin sebagaimana al-Qur’an, keotentikan Hadis menjadi sangat dipertanyakan. Di abad Modern ini, muncul ulama bernama M. Musthofa Azami. Ia melakukan penelitian yang mendalam seputar sejarah penulisan Hadis. Hasil penelitiannya, telah merubah pandangan sementara ulama yang menyatakan Hadis tidak tertulis 1 abad lamanya. Azami berkesimpulan, bahwa penulisan Hadis sebenarnya telah dimulai sejak jaman Nabi, dan terus berkembang sampai pada puncak keemasannya yakni abad 2 Hijriyah. Demikian ini karena banyaknya bukti kuat tentang hal tersebut. Bukti-bukti tersebut Azami jadikan argumen untuk mengkritisi pandangan ulama serta menyanggah tuduhan-tuduhan negatif yang dilakukan orientalis Barat terhadap Hadis NabiKata Kunci : M.M. Azami, Penulisan Hadis, Qabla Tadwin
Copyrights © 2021