Pengembangan wilayah pesisir sangat diperlukan agar stigma bahwa pesisir selalu identik dengan lingkungan yang berbau busuk, saluran air atau drainase tersumbat dan banyak lalat bisa dihilangkan. Hal itu terjadi dikarenakan bahwa adanya sampah yang berasal dari limbah tangkapan para nelayan. Melihat kondisi eksisting limbah udang yang belum termanfaatkan khususnya di Kawasan Pesisir Desa Bulak Banteng Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya, maka dibutuhkan suatu usaha pencegahan pencemaran lingkungan yang menimbulkan dampak resiko lingkungan tinggi, dengan menerapkan konsep circular economy dari limbah udang dengan tujuan untuk dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Penelitian ini dalam upaya untuk mengurangi limbah udang dan memanfaatkannya untuk menambah perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan fuzzy logic sebagai penyusun model kebijakannya. Serta untuk mendapatkan arah kebijakan dalam penerapan Circular Economy limbah udang. Dimana pada aspek ekonomi, skala prioritas untuk segera dilakukan penanganan yaitu memberikan inovasi olahan udang, terlebih lagi untuk olahan limbah udang. Adapun untuk aspek lingkungan, yang segera dilakukan adalah upaya-upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan. Sehingga upaya yang bisa dilakukan adalah pemberian peyuluhan-penyuluhan akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pada masyarakat pesisir. Adapun untuk aspek sosial budaya yang bisa diusahakan pemerintah adalah mengusahakan industri pengolahan udang, terlebih untuk olahan-olahan limbah udang yang bisa diolah menjadi kitosan dan turunannya.
Copyrights © 2022